Uncategorized

Merebut Beasiswa ke Polandia

Pendidikan memang menjadi sebuah kebutuhan penting untuk meningkatkan kemampuan dan bekal untuk menempuh jenjang karier yang lebih baik. Hal ini perlu juga disiapkan tidak hanya oleh siswa yang bersangkutan, tetapi juga perlu didukung oleh seluruh keluarga. Salah satu beasiswa impian yang dicari adalah beasiswa ke Benua Eropa. Salah satu negara Eropa yang sekarang menjadi favorit sebagai tujuan beasiswa S2 adalah Polandia.

Kita cukup berbangga dengan Bagus Adji Prabowo, salah satu putra terbaik alumni SMA Negeri 2 Purwokerto lulusan tahun 2014 yang telah berhasil menembus dan merebut beasiswa di Polandia. Bagas mendapatkan beasiswa dari Ignacy Lukasiewicz Scholarship Programme dan menempuh pendidikan Master (S2) dari NAWA yaitu  Polish National Agency for Academic Exchange.

Untuk menyimak kembali kisah Bagas Prabowo dalam kesuksesannya merebut beasiswa di Polandia dan mengenalkan serba-serbi pengalaman hidup di luar negeri, Paguyuban Asmari Kertajaya mengadakan webinar (seminar online) pada tanggal 10 Mei 2020 dengan tema Bagaimana mendapatkan beasiswa ke luar negeri?. Acara webinar ini dipimpin oleh moderator Hanan Hanifa, alumni SMA Negeri 2 Purwokerto lulusan tahun 2013.

Semasa SMA, memang Bagas relatif santai dan lebih banyak bermain band dan berpacaran. Tidak heran, maka nilai sekolah SMA Bagas pun hanya berkisar 6 dan 7 saja. Namun setelah kuliah di IPB Bogor, Bagas lebih serius lagi dalam menekuni pendidikannya. Selepas lulus kuliah S1, Bagas rajin memburu berbagai beasiswa ke pelbagai negara di luar negeri.

Salah satu hal penting untuk mendapatkan beasiswa di luar negeri, adalah persiapan yang baik. Hal pertama yang perlu dicari dan dikejar sekarang ini adalah informasi, yang sekarang ini bertebaran di internet. Dengan bekal informasi yang baik, dan rajin membaca atau mendengarkan kisah sukses penerima beasiswa lain akan lebih menambah bekal persiapannya.

Untuk mendapatkan beasiswa, salah satu hal yang penting adalah value atau nilai-nilai apa yang ditawarkan untuk mendaftar beasiswa tersebut. Nilai-nilai ini tentu tidak hanya sekedar untuk melanjutkan pekerjaan tetapi harus bersifat membawa perubahan penting bagi masyarakat sekitar.

Tidak lupa, kemampuan bahasa menjadi bekal yang utama. Hal yang umum disyaratkan untuk pendaftaran beasiswa adalah test Bahasa Inggris. Biasanya dalam bentuk TOEFL atau IELTS. Begitu juga dokumen lain seperti MCU (Medical Check Up) juga diperlukan. Tentunya beberapa hal ini membutuhkan persiapan dana yang cukup. Untuk test Bahasa Inggris katakanlah, biayanya sekarang ini berkisar Rp 3 juta.

“Hidup di luar negeri seperti di Polandia memang cukup menyenangkan dan menjadi pengalaman baru untuk hidup kita. Kita jadi terbiasa dengan budaya Eropa dengan disiplin dan toleransi yang tinggi serta berbicara terbuka”, demikian penjelasan Bagas.

Salah satu yang harus diantisipasi adalah pergaulan bebas dan menjalani kehidupan sebagai minoritas. Namun karena masyarakat Eropa mempunyai toleransi yang tinggi, maka akan lebih mudah untuk menyesuaikan.

“Seperti halnya shalat, awalnya hanya melaksanakannya di pojok ruangan. Namun setelah diketahui pihak kampus, bahkan justru diberi ruang kelas kosong untuk melaksanakan ibadah terebut,” papar Bagas.

Categories:Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s